Keindahan Jembatan dengan Teknologi Cable-Stayed

November 16, 2013




Jembatan adalah salah satu struktur bangunan yang penting untuk dibangun yang berfungsi untuk menyebrangi jurang atau rintangan, seperti sungai, rel kereta api, ataupun jalan raya. Jembatan dibangun untuk membantu manusia, kendaraan, atau transportasi dalam berpindah dari satu lokasi menuju lokasi yang lain, disamping fungsi tersebut ternyata jembatan juga dapat digunakan sebagai fasilitas wisata yang cukup banyak diminati orang banyak, ditambah lagi jika jembatan diberikan teknologi pencahayaan lampu yang sangat menarik untuk dilihat.


(Oakland Bay Bridge, US - Sumber)
Dalam membuat sebuah jembatan pasti hal yang paling utama adalah kita berbicara tentang bagaimana teknik pembuatannya, dan apa teknologi yang aman untuk dipakai dalam pembuatan jembatan itu sendiri disamping itu juga kita pasti memperhatikan faktor yang tidak kalah penting yaitu faktor keamanan yang merupakan hal yang sangat penting dalam pembuatan fasilitas umum dalam hal ini adalah jembatan karena jika kita berbicara fasilitas umum maka kita bertanggung jawab atas keselamatan orang banyak. Dalam pembuatan sebuah jembatan ada 2 hal yang harus diperhatikan yaitu dalam tahap perancangan dan kebutuhan bahan dasar dalam pembuatan sebuah jembatan dimana itu semua tergantung pada muatan dan juga lokasi dimana jembatan tersebut akan dibuat. Ada beberapa jenis jembatan berdasarkan teknik dan  strukturnya yaitu sebagai berikut: Log Bridge, Arch Bridge, Beam Bridge, Truss Bridge, Compression Arch Bridge, Suspension Bridge, Cable-Stayed Bridge, Cantiveller Bridge, Bascule Bride, dan lain sebagainya.


Salah satu teknologi yang banyak digunakan dari berbagai macam teknologi yang ada dalam pembuatan sebuah jembatan adalah Cable-Stayed. Cable-Stayed merupakan salah satu teknologi yang sangat baik dalam membuat sebuah jembatan yang terbentang panjang, yang sudah banyak dipakai diberbagai lapisan negara salah satunya adalah Indonesia. Jembatan Cable-Stayed adalah struktur yang mempunyai sederetan kabel linear dan memikul elemen horisontal kaku (misalnya balok atau rangka batang).

(Gambar Diagram Cable-Stayed : Sumber)

Jembatan Cable-Stayed terdiri atas sistem struktur yang meliputi suatu dekorthotropik dan balok girder menerus yang didukung oleh penunjang yang sangat kokoh, dan juga bentuk kabel yang  dibentang miring dan dihubungkan ke menara sebagai pondasi utamanya. Kabel-kabel tersebut umumnya menyebar dari satu atau lebih tiang tekan penyangga. Keseluruhan sistem pada sebuah jembatan dapat mempunyai bentang besar  tanpa harus menggunakan kabel lengkung yang rumit seperti yang kita lihat, banyak struktur jembatan yang dibangun dengan cara demikian, begitu pula dengan gedung-gedung yang ada pada daerah perkotaan.

(Harp Cable-Stayed : Sumber)

Untuk jembatan dengan bentang yang cukup panjang diperlukan struktur kabel (Cable-Stayed) yang berfungsi sebagai pilar-pilar penghubung dalam memikul sebagian besar dari beban jembatan yang kemudian dilimpahkan ke pondasi atau menara. Maksud pengembangan teknologi kabel ialah merangkai bentang-bentang pendek menjadi satu bentang panjang yang dapat menghasilkan kekuatan penopang yang lebih kuat untuk memikul berat jembatan itu sendiri ataupun lalu lintas yang melewati jembatan tersebut.

(Fan Cable-Stayed : Sumber)

Teknologi Cable-Stayed mempunyai beberapa keunggulan yaitu, jembatan akan tahan terhadap hempasan angin, konstruksi jembatan terlihat lebih kokoh dan kuat dibanding dengan jembatan gantung biasa dan juga lebih ringan, mudah untuk dikerjakan karena sistem komponen baja (pra fabrikasi), jika kabel putus maka tidak serta merta jembatan akan runtuh, dan murah dalam pemeliharaannya karena menggunakan bahan baja dalam pembuatannya. Tentu Cable-Stayed ini pun mempunyai kelemahan yaitu, dalam metode pengerjaannya diperlukan ketelitian, Bentang main span terbatas karena keterbatasan sudut kabel. Untuk menambah panjang span, diperlukan pilon yang makin tinggi dengan konsekuensi gaya tekan pada deck makin besar.


(Bob Graham Sunshine Skyway, UK - Sumber)
Salah satu negara yang juga memakai teknologi Cable-Stayed adalah jembatan Bob Graham Sunshine Skyway di St. Petersburg (Floride), Inggris Raya. Dengan panjang 365,8 meter dibangun pada tahun 1987. Dengan teknologi Cable-Stayed jembatan dengan panjang 365,8 yang juga menjadi salah satu jembatan yang terpanjang dinegaranya menjadikan jembatan Bob Graham Sunshine Skyway ini menjadi jembatan yang cukup kokoh dan juga dapat membantu masyarakat disana dalam melakukan segala kegiatan dan aktifitas bagi mereka yang ingin pergi dari St. Petersburg menuju Terra Ceia ataupun sebaliknya. 
Menurut Redrik Irawan, menjelaskan mengapa jembatan itu penting untuk dibangun, jawabannya ada tiga faktor yang membuat jembatan menjadi sebuah fasilitas umum yang sangat penting. Yang pertama, karena jembatan dapat mengatur kapasitas sistem trasnportasi. Kedua dari sektor biaya, jembatan mempunyai biaya per meter yang paling tinggi. Ketiga, jika jembatan mengalami kegagalan dalam sistem transportasi maka sistem secara keseluruhan juga dinyatakan gagal. Redrik merupakan peneliti terbaik Pusjatan (Pusat Litbang Jalan dan Jembatan) tahun 2012 dengan bidang keahlian konstruksi jembatan.
(Jembatan Suramadu, Indonesia - Sumber)
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar yang ada di dunia yang terdiri dari 13,466 pulau, dengan banyaknya pulau-pulau indah tersebut maka sudah kewajiban bagi penyedia pelayanan umum dalam bidang fasilitas umum seperti jembatan ini untuk menyediakan kebutuhan tersebut demi berjalannya segala aktifitas perdagangan ataupun aktifitas lain yang dapat memajukan bangsa Indonesia tercinta ini. Di Indonesia pun jembatan dengan teknologi Cable-Stayed ini banyak diterapkan pada beberapa konstruksi pembuatan jembatan yang ada di berbagai provinsi, salah satunya adalah jembatan yang sangat terkenal di masyarakat Indonesia yaitu jembatan Suramadu, jembatan yang menghubungi antara kota Surabaya nan eksotis dengan kota Madura nan menawan. Jembatan Suramadu yang melintasi Selat Madura dan menghubungkan pulau Jawa dan pulau Madura ini mempunyai panjang 5,4 kilometer, lebar 30 meter dengan empat lajur mobil dua arah selebar 3,5 meter, dua lajur darurat selebar 2,75 meter, serta dua lajur khusus untuk sepeda motor.


Selain jembatan Suramadu, jembatan lain yang menggunakan teknologi Cable-Stayed adalah jembatan Barito di Kalimantan Selatan, jembatan Pasupati (Pasteur-Surapati) di Bandung, dan jembatan Barelang (Batam, Rempang, Galang) di Kepulauan Riau. Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge). Jembatan yang menggunakan teknologi jembatan gantung tipe Cable-Stayed ini ditopang dua menara kembar setinggi 140 meter. Arsitektur jembatan ini amat cantik, menurut saya mirip sekali dengan jembatan Tatara di Jepang yang menghubungkan pulau Honshu dan Shikoku.


(Jembatan Balitbang PU di Sukabumi, Indonesia - Sumber)
Menteri Pekerjaan Umum (Balitbang PU) Republik Indonesia juga sudah membangun beberapa fasilitas umum ini yaitu jembatan yang berada dibeberapa kota di Indonesia. Tentunya ini merupakan bentuk dari pelayanan umum yang harus diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan fasilitas tersebut dalam menjalankan segala aktifitas keseharian mereka. Disamping itu ini juga bentuk dari penerapan solusi yang sudah ada dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah sangat berkembang dan canggih saat ini khususnya dalam bidang pekerjaan umum. Pengembangan jembatan Cable-Stayed untuk pejalan kaki atau kendaraan ringan ini juga sedang di uji coba di Desa Parakan Lima – Sukabumi mempunyai bentang 240 meter dengan jarak pilon ke pilon 162 meter. Jembatan Cable-Stayed untuk Pejalan Kaki dibangun di atas Sungai Cimandiri, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, yang merupakan salah satu proyek dari Kementrian Pekerjaan Umum (Balitbang PU) Republik Indonesia.

Jembatan Cable-Stayed versi Puslitbang Jalan dan Jembatan ini dibangun untuk mengatasi permasalahan yang selama ini dialami oleh kawasan terpencil, yang berdampak pada aktifitas masyarakat sekitar dalam melakukan kegiatan ataupun pekerjaan mereka sehari-hari, salah satunya yaitu mereka tidak dapat memasarkan hasil produknya ke pasar dikarenakan batasan wilayah yang terbelah oleh lembah atau sungai. Untuk itu, jembatan yang dibangun dengan rangka baja dengan rangka through type (rangka diatas). Dibangun dengan sistem pra fabrikasi  dengan perbandingan tinggi pilar dan bentangan 1:40, jembatan Cable-Stayed diharapkan bisa menjadi solusi membuka daerah yang terisolasi.


IPTEK sudah memberikan solusi yang sangat baik untuk kemajuan segala jenis infrastruktur pada setiap negara salah satunya adalah dengan adanya fasilitas umum seperti jembatan yang sangat dibutuhkan bagi banyak masyarakat, ditambah dengan teknologi yang sudah maju saat ini semua persoalan yang ada pada bidang pekerjaan umum akan sangat mudah untuk diselesaikan. Semoga para pekerja yang membuat pelayanan dan fasilitas umum dapat terus memajukan dan membangun segala bentuk fasilitas umum, seiring dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang saat ini dan semoga dapat menjadikan negara Indonesia tercinta ini menjadi negara yang lebih baik lagi dalam segala hal infrastruktur umum dan pelayanan terhadap masyarakat.

Referensi Tulisan:

You Might Also Like

0 Komentar

Silahkan Komentar untuk Memberikan Kritik & Saran yang Bermanfaat! :)

Blog Traffic